Ibda’ Binafsik

NURUL AMIN

Dakwah  merupakan usaha yang dilakukan oleh para mubaligh/da’i  kepada masyarakat agar  menjadi penganut Islam yang benar. Dakwah harus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan agar tujuan dakwah yakni amar ma’ruf nahi munkar  bisa tercapai. Oleh karenanya dakwah dilakukan dengan memerankan orang yang memiliki kemampuan dalam bidangnya serta menyisipkan syiar-syiar keislaman di setiap bidang kehidupan. Melalui dakwah, maka masyarakat akan dapat menjadi pemeluk Islam yang menaati ajaran agamanya. Dan melalui dakwah pula  maka masyarakat yang memegangi prinsip kehidupan berdasarkan ajaran agama akan didapatkan. Meskipun secara general bahwa masyarakat Indonesia adalah umat Islam terbesar di dunia, akan tetapi dari sisi kehidupannya belumlah menjadi masyarakat yang ideal. Yaitu masyarakat yang memiliki keyakinan keagamaan yang kuat, memiliki prinsip kehidupan yang benar berdasarkan tuntunan Islam.

Dakwah adalah perintah agama  untuk umatnya. Mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan harus selalu dilakukan. Pesan dakwah yang selalu disampaikan oleh para mubaligh/da’i bukan sebatas pesan belaka namun seorang mubaligh/da’i juga dituntut  mampu melaksanakan apa yang dia sampaikan untuk dirinya sendiri. Melakukan kebaikan untuk diri sendiri inilah yang kemudian disebut dengan istilah “Ibda’ binafsik”.  Dakwah amar ma’ruf nahi munkar itu yang pertama kali ditujukan pada diri kita sendiri, baru kemudian kepada orang lain. Konsep dakwah seperti ini merupakan konsep dakwah yang paling ideal daripada konsep yang lain. Bahkan Rasulullah SAW pun telah mengajari kita untuk berdakwah dengan konsep ibda’ binafsik, artinya memulai dari diri kita sendiri, baru kemudian kepada keluarga kita, dan kepada masyarakat umum. Bagaimana mungkin kita bisa merubah orang lain apabila kita tidak bisa merubah diri kita sendiri. Bagaimana mungkin kita bisa mempengaruhi orang lain apabila  kita tidak bisa mempengaruhi diri kita sendiri, dan bagaimana mungkin kita bisa menjadi teladan bagi orang lain jika kita tidak bisa menjadi teladan bagi diri kita sendiri. Maka yang paling penting dalam berdakwah adalah menjadikan diri kita sebagai agen dakwah terlebih dahulu, untuk selanjutnya kita menjadi agen perubahan bagi umat, menuju terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

cr : Imam Syafi’i, S.H.

Baca Juga

Bagikan:

Tags