Wujud Kebersamaan di Madrasa Nurul Amin Rojopolo Lumajang

NURUL AMIN

Bentuk kemandirian yang sudah diajarkan dan ditanamkan pada benak dan perilaku peserta didik di Madrasah Nurul Amin diwujudkan dengan adanya acaranya buka bersama yang difasilitasi oleh siswa sendiri dengan penuh semangat dan wajah berseri.
Acara yang tidak sedikit memberikan kita pandangan tentang kebersamaan, acara yang didalamnya tidak ada perbedaan antara pendidik dan peserta didik yang berbaur menjadi satu dengan wajah senyum dan bercanda ria dalam satu waktu.

Menurut Ki Hadjar Dewantara dalam buku Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama: Pendidikan (1962) “pembelajaran yang ideal adalah ketika rasa dan karsa seimbang”.
Artinya, kesuksesan pendidikan tidak hanya prestasi akdemik dan kecakapan keterampilan, namun juga rasa (keadaan hati nurani) yang juga baik.
Kebersamaan menumbuhkan rasa kekeluargaan dan solidaritas yang membentuk nilai moral juga mengembangkan etika baik. Kebersamaan dalam lingkungan pertmanan di sekolah mendorong seorang siswa untuk bermoral dan beretika baik dalam kesehariannya.

baca Juga : Makna Idul Fitri Sebagai hari besar umat Islam, kehadiran hari raya Idul Fitri sangat dinanti-nanti. Namun, jangan sampai kita tak mengerti makna Idul Fitri yang sesungguhnya. Yuk kita simak sejenak …

wujud kebersamaan yang menyadarkan dengan adanya perbedaan yang harus dipahami, ditoleransi, dan dilengkapi. kebersamaan yang dibalut lengkap dengan kemandirian. persiapan demi persiapan yang dilalui peserta didik dalam menyiapkan dan juga menyelesaikan acara dengan baik adalah bukti bahwa kadang peserta didik juga harus jadi pemeran utama dalam menjalani suatu pendidikan.

Kepala Madrasah menambahi “bukannya indah kebersamaan yang memandang perbedaan sebagai anugrah ? saya berharap siswa-siswi Madrasah ini menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan tidak lupa bermanfaat juga bagi sekitar nya.”

Dari konteks diatas kita bisa menyimpulkan bahwasanya perbedaan tidak menjadi alasan untuk bersama dalam wujud waktu yang entah itu sebentar atau lama nantinya.

by M Haqiqi

Baca Juga

Bagikan:

Tags