Halal Bil Halal Dewan Asatidz dan Asatidzah Bersama Siswa dan Siswi MA Nurul Amin

Mana.Media. Kamis 12 Mei 2022 Keluarga Besar MA Nurul Amin mengawali Pembelajaran Tatap Muka / Luring dengan mengadakan Halal Bil Halal dengan melibatkan semua dewan Asatidz dan Asatidzah bersama Siswa dan Siswi keluarga Besar MA Nurul Amin.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif demi keberlangsungan ajaran Islam dan mengajarkan kepada mereka semua bahwa hidup ini harus saling maaf memaafkan agar tidak menjadi batu sandungan besok ketika sudah di alam akhirat.

Setelah sebulan penuh kita melakukan kewajiban puasa, Zakat dan di tutup dengan perayaan Iedul Fitri. Dengan budaya saling mengucapkan selamat dan maaf memaafkan.

Bahkan, dawuhnya Syekh Ali Syibramalisi menegaskan tahniah juga bisa diwujudkan dalam bentuk saling bersalam-salaman. Karena itu, sangat tidak tepat klaim dari sebagian kalangan bahwa ucapan selamat hari raya yang berkembang di Indonesia tidak memiliki dasar dalil agama

”. قَالَ ع ش قَوْلُهُ م ر تَقَبَّلَ اللَّهُ إلَخْ أَيْ وَنَحْوُ ذَلِكَ مِمَّا جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ فِي التَّهْنِئَةِ وَمِنْهُ الْمُصَافَحَةُ وَيُؤْخَذُ مِنْ قَوْلِهِ فِي يَوْمِ الْعِيدِ أَنَّهَا لَا تُطْلَبُ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ وَمَا بَعْدَ يَوْمِ عِيدِ الْفِطْرِ لَكِنْ جَرَتْ عَادَةُ النَّاسِ بِالتَّهْنِئَةِ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ وَلَا مَانِعَ مِنْهُ؛ لِأَنَّ الْمَقْصُودَ مِنْهُ التَّوَدُّدُ وَإِظْهَارُ السُّرُورِ وَيُؤْخَذُ مِنْ قَوْلِهِ يَوْمَ الْعِيدِ أَيْضًا أَنَّ وَقْتَ التَّهْنِئَةِ يَدْخُلُ بِالْفَجْرِ لَا بِلَيْلَةِ الْعِيدِ خِلَافًا لِمَا فِي بَعْضِ الْهَوَامِشِ اهـ “

Syekh Ali Syibramalisi berkata; ucapan Imam al-Ramli Taqabbala Allahu dan seterusnya, maksudnya dan ucapan sejenis dari hal-hal yang ditradisikan dalam tahniah, di antaranya saling bersalaman. Diambil dari ucapannya al-Ramli; di hari raya; bahwa tahniah tidak dianjurkan di hari-hari tasyriq dan setelah hari Idul Fitri, akan tetapi tradisi manusia berlaku dengan memberi ucapan selamat di hari-hari tersebut ; dan (menurutku) tidak ada yang mencegah tradisi tersebut, sebab yang dituju dari tahniah adalah saling mengasihi dan menampakan kebahagiaan.

Demikian penjelasan mengenai hal-hal yang disunnahkan saat hari raya Idul Fitri. Semoga di hari yang fitri, kita kembali bersih dari segala dosa dan segala penyakit hati Aamiin.

By. Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *