Dengan Rotibul Haddad Kita Rajut Kebersamaan dan Menuai Barokah

Anjangsana Bulanan Dengan pembacaan Rotibul Haddad, Qosidah Istighatsah dan Tawassul terus dilakukan, berharap Allah Istiqomahkan. Sehingga kebersamaan dalam dalam mengawal anak bangsa sebagai penerus perjuangan terus Allah mudahkan, diberi kekuatan dan kemampuan.

Anjangsana bulan Pebruari ini dirumah Ustadz Muhammad Imam Syafi’i, S. H. I. Di desa Sukosari Jatiroto Lumajang.

Ada banyak mamfaat kegiatan anjangsana bulanan ini, termasuk diantaranya adalah selalu mengivaluasi kegiatan dan kepanitiaan MA Nurul Amin, seperti bulan ini, mengevaluasi kegiatan Belajar Mengajar dan kepanitiaan PPDB Tahun Pelajaran 2022 – 2023.

Disamping silaturahim, ada kegiatan Pembacaan Rotibul Haddad, Qosidah Istighatsah dan Tawassul.

Ratibul Haddad merupakan amalan yang berisi doa dan dzikir yang disusun oleh ulama asal Hadramaut, Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad (1055-1132 H). Amalan ini memiliki banyak khasiat yang sangat dahsyat, sehingga kerap dijadikan amalan rutin umat Islam, termasuk di pengelola Lembaga dan Pesantren.

Salah satu pondok pesantren yang mengamalkan Ratibul Haddad adalah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Pengasuh kedua pesantren ini, KHR. As’ad Syamsul Arifin bahkan menganjurkan santrinya untuk selalu istiqomah membaca Ratibul Haddad saat pulang ke kampung halamannya.

Ratibul Haddad disusun berdasarkan inspirasi, pada malam lailatul Qodar 27 Ramadan 1071 H. Dari beberapa doa dan dzikir yang susun oleh Habib Abdullah, Ratibul Haddad inilah yang paling terkenal. Adapun waktu yang paling utama untuk membaca Ratibul Haddad adalah selepas Isya’, sebagai penjelasan berikut:

Membaca Ratibul Haddad ini setelah shalat Isya’ dan Subuh adalah cara membaca yang paling sempurna, namun membaca ratib ini satu kali dalam sehari semalam dianggap cukup, yang paling utama dilakukan setelah melaksanakan shalat Isya’. Sedangkan di bulan Ramadhan, membaca ratib ini didahulukan dari pelaksanaan shalat Isya’.

Dari sejumlah literatur dijelaskan, khasiat membaca Ratibul Haddad sangat banyak sekali. Di antaranya, Allah akan menjaga negara atau tempat tinggalnya dari beberapa cobaan dan siksaan. Selain itu, orang yang rajin membacanya juga akan diberi tambahan kekayaan, barokah, dan kebaikan di rumahnya.

Dijelaskan di dalam kitab Wirdul Imam Al ‘Allamatud Dunya bahwa sebagian ulama salaf berkata, khasiat Ratib Al-Haddad antara lain dapat memanjangkan umur, menyebabkan husnul khotimah, dan dapat menjaga dari segala bencana, baik di daratan, lautan, dan di udara.

Membaca Ratibul Haddad sangat diajurkan di tempat sepi, menghadap kiblat, serta dalam keadaan wudhu lantas menyebutkan hajatnya, sehingga apa yang diinginkan dikabulkan oleh Allah. Dengan membacanya, maka juga akan terhindar dari sifat kemunafikan dan tindakan dhalim.

Selain itu, orang yang membaca wirid ini juga akan memperoleh kemudahan dalam menyelesaikan persoalan dunia dan akhirat. Orang yang istiqomah membacanya juga akan tertolong dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Apabila sebuah rumah dibacakan Ratib al-Haddad maka 40 rumah di sekitarnya pun akan terjaga dari bencana kebakaran dan pencurian. Bahkan, siapa yang membaca Ratibul Haddad tidak akan terkena serangan sihir.

Jadi, salah satu khasiat lainnya dari Ratibul Haddad ini bisa menumpas segala bentuk ke maksiatan. Namun, terlepas dari berbagai khasiatnya, yang perlu dicatat adalah niat utama membaca Ratibul Haddad ini untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Anjangsana MA Nurul Amin Allah Istiqomahkan aamiin.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *