Seminar Gizi Seimbang Dan Prokes Pada Remaja Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

Selasa 25 Januari 2022 adalah Hari Gizi Nasional. MA Nurul Amin mengadakan Seminar dengan tema ” Gizi Seimbang dan Prokes Pada Remaja Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka”

Kegiatan ini bekerjasama dengan Tim Gizi Rumah Sakit Djatiroto Lumajang yang dihadiri oleh Dokter Gizi.

Pengertian Remaja adalah periode Perkembangan seseorang mulai dari puncak pubertas sampai dengan status dewasa.

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan, tentunya dibutuhkan zat gizi seimbang supaya sehat, tumbuh optimal, dan terhindar dari masalah gizi.

Dalam pengelompokan Remaja dapat dibedakan 3 Kelompok

  1. Remaja awal, dengan rentang usia antara 11 – 13 tahun
  2. Remaja pertengahan, dengan rentang usia antara 14 – 18 tahun
  3. Remaja akhir, dengan rentang usia antara 19 – 24 tahun.

Ada beberapa masalah gizi pada remaja, diantaranya adalah : Obesitas, Kurus, dan Anemia zat besi.

Cara mengatasi masalah gizi pada remaja adalah
a. Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang
b. Mengkonsumsi berabeka ragam makanan
c. Membiasakan sarapan
d. Mengkonsumsi makanan sumber zat besi
e. Minumlah air 2 liter perhari
f. Menghindari minuman alcohol dan tidak merokok
g. Melakukan olahraga secara teratur.

Tumpeng gizi seimbang terbagi 4 lapis

Empat lapis artinya Gizi seimbang didasarkan pada prinsip 4 pilar

Komsumsi beraneka ragam pangan,
Aktifitas fisik
Kebersihan diri
Pemantauan berat badan untuk mempertahankan berat badan normal

Dan di masa adaptasi kebiasaan baru diartikan sebagai perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal.
• Tatanan batu, yakni masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti biasa namun dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada.
• Menerapkan pola hidup bersih sehat.
• Menjaga jarak
• Mengurangi kontak fisik dengan orang lain
• Untuk menghindari penularan dan penyebaran Virus.

Persiapan starter kit new normal
√ Gunakan masker kain dan bawa cadangan untuk ganti setelah 4 jam digunakan
√ Membawa bekal, peralatan makan dan botol minum sendiri
√ Bawa handsanitizer, tisu basah / kering dengan ukuran praktis
√ Membawa mukena dan sajadah pribadi serta rutin dicuci

Protokol saat pulang rumah

  • Buka sepatu sebelum masuk rumah
  • Semprot desinfektan pada barang yang dibawa
  • Buang semua benda yang tak dibutuhkan
  • Langsung cuci tangan dan cuci kaki dengan sabun
  • Buka pakaian dan langsung cuci
  • Jangan sentuh apapun
  • Langsung mandi pakai sabun
  • Jangan langsung beristirahat

Hindari pemakaian masker yang salah

  • Hindari menggunakan masker yang hanya menjangkau hidung dan mulut tapi bagian dagu belum tertutup sempurna
  • Hindari menggunakan masker yang tidak menutup bagian hidung secara sempurna
  • Pastikan masker cukup rapat sehingga kuman tidak bisa masuk dari segala arah termasuk area samping
  • Hindari menggunakan masker yang tidak menutup bagian hidung secara sempurna.

V D J ( Ventilasi Durasi Jarak )
Semakin faktor VDJ dijaga, semakin tingkat penyebaran virus rendah, saat ketiga faktor VDJ overlap, resikonya adalah yang paling tinggi.

Ventilasi
Hindari ruang publik atau transportasi publik dengan ventilasi atau sirkulasi udara tertutup

Durasi
Usahakan durasi bertemu dan bercakap dengan orang lain maksimal salama 5 – 15 menit. Percakapan diatas 15 menit sebaiknya dilakukan secara online.

Jarak
Jaga jarak dengan lawan bicara atau orang lain diruang publik sejauh 2 meter. Dan atur batasan jumlah orang di dalam satu ruang publik

Terimakasih yang tidak terhingga kami ucapkan kepada dr. Ayu selaku derektur RS Djatiroto yang telah merekomendasi dokter gisi untuk memberikan pendidikan Gizi seimbang untuk remaja, semoga Allah barokahkan aamiin

Terimakasih juga kami sampaika kepada Pemateri dr. Syamsul, Bapak Wahyudi, Ibu Ruly afida, Ibu Dita, Dan Mbak Estu
Semoga ilmu yang jenengan berikan dibarokahkan Allah dan jenengan semua diberi kesehatan, kelancaran rezeki, dan selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin

By. Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *