Spirit Of Sumpah Pemuda

Sebuah peradaban bangsa merupakan hal yang paling penting dalam tatanan kehidupan manusia. Namun, peradaban yang sudah ada tidak akan bertahan secara konsisten tanpa adanya regenerasi secara signifikan yang akan melanjutkan perjuangan yang telah dibangun oleh para pendahulunya.

Dari sinilah peran generasi muda sebagai generasi penerus sangat dibutuhkan. Kecerdasan intelektual, usia yang masih muda, mobilitas tinggi, serta semangat yang membara merupakan salah satu contoh kekuatan besar yang dimiliki generasi muda sebagai aset penting peradaban suatu bangsa. Bertepatan pada tanggal 28 Oktober 1928 sekelompok pemuda telah merumuskan pernyataan lahirnya bangsa dan kebangsaan Indonesia, digapai lalu diikrarkan dalam sidang pleno ke-3 Kongres Pemuda Indonesia II di gedung Indonesisch Club Gebouw (Wisma Indonesia) di Jalan Kramat Raya No.106 Jakarta Pusat.

Museum Sumpah Pemuda (sumber:wikipedia)

Dicetuskan oleh sekelompok pemuda Indonesia pada masa pergerakan nasional. Merupakan puncak pemantapan ideologi ke-Indonesia-an dan peristiwa nasional yang membawa semangat nasionalisme ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam ejaan aslinya Sumpah Pemuda itu tertera sebagai berikut:

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Kongres Pemuda II diselenggarakan oleh berbagai organisasi Indonesia, yakni Jong Java, Jong Soematra, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan keputusan Kongres Pemuda II yang mengikrarkan tumpah darah yang satu – tanah air Indonesia, berbangsa yang satu – bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan – bahasa Indonesia. Terbentuknya Sumpah Pemuda didorong oleh beberapa hal : perasaan persatuan, penggunaan bahasa Melayu yang dinamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dan usul untuk menyatukan organisasi pemuda saat Konggres Pemuda I tanggal 25-28 Desember 1927.

Saat penutupan Kongres Pemuda II, lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan. Kemudian dalam Kongres Rakyat Indonesia oleh GAPI di Jakarta 2325 Desember 1939, mengakui Indonesia Raya sebagai lagu persatuan dan Merah Putih sebagai bendera persatuan. Rumusan Sumpah Pemuda merupakan bentuk identitas nasional yang menjadi simbol persatuan dalam menggalang kekuatan untuk menghadapi kekuatan kolonial. Sumpah Pemuda juga sebagai fase kedua dari nasionalisme Indonesia, berupa konseptualisasi yang meletakkan solidaritas dan kepentingan bersama di atas primordialisme, suku, dan agama.

Kelompok Organisasi Pemuda (Sumber gambar:wikipedia)

Maka, dari peristiwa Sumpah Pemuda diatas sudah jelas bahwa mereka (pemuda) menjadi bagian penting dari agama, bangsa, dan negara. Karena di tangan generasi mudalah tonggak perjuangan dan harapan bangsa untuk melanjutkan perjuangan di masa depan.  Syaikh Musthofa Al-Gholayaini berkata:

إِنَّ فِى يَدِ الشُّباَّنِ اَمْرَ اْلاُمَّةْ وَفِى اَقْدَامِهَا حَيَاتَهَا

“Sesungguhnya di tangan para pemudalah urusan umat, dan pada kaki-kaki merekalah terdapat kehidupan umat”. Ini telah membuktikan bahwa para generasi muda menjadi tulang punggung dan harapan dari sebuah peradaban agama dan bangsa.

Sudah sepatutnya kita (pemuda) di seluruh Indonesia, khususnya Civitas Akademika MA. Nurul Amin meneladani akan semangat para pemuda zaman dahulu dengan segala keterbatasan dan kekurangan dalam segala hal tidak membuat kendor untuk tetap memperjuangkan lahirnya bangsa Indonesia. Kami segenap Civitas Akademika MA. Nurul Amin mengucapkan “Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021”, Semangat untuk terus memberikan karya terbaik bagi Bangsa dan Negara. (admin/mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *