World Teacher’s Day

NURUL AMIN

Pada pertengahan bulan kemarin semua lembaga pendidikan baik di bawah naungan Kemendikbud atau Kemenag memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara normal setelah menandatangani MoU dari Dinas Kesehatan masing-masing daerah baik Puskesmas atau Rumah Sakit, tidak terkecuali MA. Nurul Amin Rojopolo Jatiroto Lumajang.

Tidak terasa sudah berlangsung sekitar satu bulan setelah PPKM dengan levelnya di seluruh wilayah Indonesia berakhir, pada hari ini (5/10/2021) bertepatan dengan Hari Guru Sedunia atau World Teacher’s Day MA. Nurul Amin ingin menjelaskan history dari peringatan hari tersebut yang dikutip dari laman https://id.wikipedia.org/ berikut:

Pada 5 Oktober 1966, UNESCO/ILO menyelenggarakan konferensi antar pemerintah di Paris, Prancis. Konferensi tersebut bertujuan untuk menjelaskan status guru. Kemudian di akhir konferensi, perwakilan UNESCO dan ILO menandatangani Rekomendasi Konferensi ini.

Isi dari rekomendasi ini adalah meriwayatkan hak, tanggung jawab guru dan berbagai aspek profesi guru di seluruh dunia. Lalu, pada 5 Oktober 1994, UNESCO menetapkan hari itu sebagai Hari Guru Sedunia.

Menurut UNESCO, Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi.

Education International (EI), sebuah federasi yang mewakili pengajaran profesional di seluruh dunia, yakin bahwa Hari Guru Sedunia harus dikenal dan dirayakan di seluruh dunia. EI juga percaya bahwa prinsip-prinsip Rekomendasi 1966 dan 1997 harus dipertimbangkan untuk diimplementasikan ke seluruh dunia.

Begitu juga diikutip dari laman UNESCO, Hari Guru Sedunia 2021 akan fokus pada dukungan yang dibutuhkan guru untuk berkontribusi penuh pada proses pemulihan dengan tema “Guru di Jantung Pemulihan Pendidikan”.

Kami dari civitas akademika MA. Nurul Amin khususnya dan seluruh Lembaga Pendidikan pada umumnya mengucapkan “Selamat Hari Guru Sedunia 2021”!, kami berterima kasih kepada para guru yang tidak pernah berhenti untuk selalu memberikan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Semoga para guru di seluruh dunia, khususnya di Kabupaten Lumajang bisa memberikan kontribusi yang maksimal, untuk membangun kembali mentalitas dan semangat belajar para siswa. (mana.admin.mk)

Baca Juga

Bagikan:

Tags