Sosialisasi simulasi ANBK Madrasah Aliyah se Kabupaten Lumajang

Kemenag Lumajang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi simulasi ANBK Tahun 2021 yang diikuti oleh proktor masing-masing Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta dalam rangka kesiapan infrastruktur untuk pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 yang bertempat di MA. Hasyim Asy’ari Labruk Kidul Sumbersuko Lumajang Jum’at, (20/8/21).

Staf Pendma Kemenag Lumajang Bagian Kurikulum, Arif Mustofa, S.Pd mengatakan, Ujian akhir sekolah tidak lagi menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK, tapi sudah menjadi Asassmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

“Kebijakan ini telah berubah, dulu kita kenal dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan sekarang sudah Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Perbedaanya, kalau UNBK itu masih semi online, sedangkan ANBK sudah full online,” ungkap Arif Mustofa , S. Pd.

Lanjut kata Arif Mustofa , S. Pd, agar para proktor untuk mengikuti dengan maksimal bimbingan ini agar memberi dampak baik bagi anak didik nanti saat mengikuti ANBK, sebab kompetensi proktor merupakan kunci teknis untuk mensukseskannya.

“Kita berharap anak didik tidak dirugikan dalam kebijakan-kebijakan yang berubah. Intinya adalah kita memberikan pelayanan terbaik terhadap anak didik ini, sebagai aset kita nanti, dan siswa siswi diantarkan bisa berhasil mengikuti ANBK,” pinta Arif Mustofa , S.Pd.

Proktor MA. Nurul Amin M. Dicky Lutfianto, S. Kom menjelaskan bahwa Asesmen Nasional (AN) bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran yang dilaksanakan sekolah dengan melihat kemampuan siswa, yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut.

Asesmen Nasional menyasar tiga kategori penilaian. Yang pertama adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Kemudian ada survei karakter dan survei lingkungan belajar.

M. Dicky Lutfianto, S. Kom menjelaskan, yang ditekankan pada ANBK kali ini adalah nilai AKM siswa yang merujuk kepada mutu pendidikan sebuah sekolah. ”Jika nilai literasinya lemah, maka sekolah nantinya wajib mengevaluasi dan menggerakan pendidikan di bidang literasi. Begitu juga untuk numerasi,” terangnya.

Berikut deadline pelaksanaan Asesmen Nasional MI/MTs/MA Tahun 2021. (mana/mq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *