Sebuah Karya untuk Negeriku

2 tahun kebelakang ini, negeri kita sedang dilanda ujian bertubi – tubi. Maka untuk menyambut HUT NKRI pada tahun ini, saya mempersembahkan sebuah puisi agar kita selalu merenungkan apa yang telah kita lewati beberapa waktu belakangan ini. Puisi ini terinspirasi dari peristiwa peristiwa yang memang terjadi dinegeri Kita Indonesia.
Puisi ini saya beri judul

Duka Bumi Pertiwi
Oleh : Sintiya Nuriyanti

Pagi ini, langit tak secerah biasanya
Awan Awan menggumpal diiringi gemanya suara Guntur….
Dalam rintik hujan, kudiam mengamati keadaan yang katanya sudah runyam…
Diketerbatasan, kumencoba melihat dari berbagai sudut pandang…..

Ada apa dengan negeriku..??

Masyarakat dihantui rasa takut dengan makhluk tak kasat mata….
Disusul dengan tragedi Sriwijaya yang memilih terbang bebas ke angkasa…
Seakan belum puas, bumi mulai memuntahkan isi perutnya dengan begitu tega….
Dan yang terakhir, ksatria besi itu memutuskan untuk menjaga samudera selama lamanya….

Negeriku kini berduka

Dalam sepi kudengar tangismu wahai ibu Pertiwi….
Kala jiwamu mulai pupus tergerus oleh zaman yang terlihat bagus
Saat sukmamu pudar hingga kebutiran halus ditempa kebejatan moral yang rakus
Pun jua, saat kau lihat generasiku yang tragis, yang dikata milenial tapi apatis terkikis oleh era yang serba praktis…

Masih dalam rintik hujan ini, kumemutuskan untuk duduk terdiam kembali mencoba memahami keadaan yang katanya sudah runyam…
Mengapa semuanya mencari subyek kesalahan…??

Padahal semua bisa terselesaikan dengan saling bergandengan…
Lekas pulih bumi Pertiwiku…..

By : Sintiya Nuriyanti, S.SOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *