Cara Mempertajam Kecerdasan Intelektual, Memperkokoh Spritual Serta Melembutkan Emosional di Masa Pandemi

NURUL AMIN

Untuk mengoptimalkan pendidikan dimasa pandemi ini banyak cara atau langkah yang harus ditempuh untuk bisa maksimal dalam memperoleh tujuan pendidikan.
Dibawah ini sebagian dari beberapa langkah yang bisa diterapkannya

  1. Cara mempertajam kecerdasan intelektual

a. Olahraga
aktivitas fisik mampu meningkatkan suplai darah ke otak dan meningkatkan hubungan antara sel-sel otak. Tetap aktif melakukan kegiatan fisik akan membantu kamu mempertajam memori, imajinasi, dan bahkan kemampuan kamu untuk membuat perencanaan.

b. Mengkonsumsi makanan berprotein tinggi

Protein diketahui mampu meningkatkan produksi neurotransmiter pada otak sehingga kadar norepinefrin dan dopamin juga bertambah.

Makanan tinggi protein dapat ditemukan pada telur, daging, ayam, susu, ikan, brokoli, udang, dll.

c. Banyak membaca

Membaca dapat membuka cakrawala pengatahuan semakin luas, semakin banyak membaca maka semakin banyak pengetahuan yang di dapat dan semakinluas wawasan pengetahuan yang diperoleh.

  1. Cara memperkokoh spritual

Kecerdasan spiritual adalah salah satu dimensi dalam kesehatan manusia yang dirumuskan selain kesehatan fisik dan mental. Kecerdasan spiritual bisa digambarkan sebagai bentuk upaya manusia dalam menemukan harapan, arti, dan ketenangan dalam hidupnya.
Spiritualitas berhubungan erat dengan kesehatan karena pada dasarnya tubuh, pikiran, dan jiwa saling berhubungan. Kesehatan pada satu aspek akan berdampak pada aspek kesehatan lainnya. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa pemikiran positif dan kekuatan yang ditemukan manusia dari agama turut berkontribusi terhadap kesembuhan dan kesehatan manusia.
Ada tiga langkah untuk mengasah dan memperkokoh kecerdasan spritual

a. Memperkuat Keimanan Kepada Allah SWT

Memperkuat iman kepada Allah SWT dengan selalu mengesakan dan menyandarkan diri hanya kepada-Nya.

b. Membangun hubungan dan komunikasi yang kuat dengan Allah

membangun hubungan dan komunikasi yang kuat dengan Allah SWT. Komunikasi dilakukan dengan ibadah dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah-ibadah wajib (al-mafrudhat) ataupun ibadah-ibadah sunah (al-mandubat).

c. Menyucikan diri dari berbagai penyakit hati

Berupaya sekuat tenaga untuk selalu menyucikan diri dari berbagai penyakit hati. Penyucian dilakukan agar hati atau kalbu sebagai “pusat kesadaran” manusia menjadi “sensitif” sehingga senantiasa ingat kepada Allah, takut akan ancaman dan siksa-Nya, serta penuh harap (optimistis) terhadap rahmat dan ampunan-Nya

  1. Cara melembutkan emosional

Cara bagi seseorang yang hendak ingin melembutkan hatinya. Rasulullah bersabda:

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: أتى النبي صلى الله عليه وسلم رجل يشكو قسوة قلبه فقال صلى الله عليه وسلم: أتحب أن يلين قلبك وتدرك حاجتك؟ ارحم اليتيم وامسح رأسه وأطعمه من طعامك يلن قلبك وتدرك حاجتك

seseorang laki-laki mendatangi Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam, mengadukan hatinya yang keras. lalu Nabi bertanya: apakah kamu senang hatimu menjadi lembut dan kamu menggapai hajatmu? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah ia makan dari apa yang kamu makan, maka hatimu akan lembut dan kamu bisa menggapai hajatmu.

Rasulullah memberi arahan lewat hadisnya bahwa untuk melembutkan hati bisa dilakukan dengan salah satu cara yang mulia, yaitu menyantuni anak yatim. Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya dalam usia belum baligh. Rasulullah mengisyaratkan untuk mengusap kepalnya dan memberinya makan. Dengan begitu seseorang akan bisa melembutkan hatinya dan mencapai hajatnya

Perintah untuk menyantuni anak yatim telah tertuang dalam kitab Suci Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 83 salah satunya. Tentunya jika kita mengamalkan amalan tersebut, selain bisa melembutkan hati yang keras, tentu Allah akan mencatatnya sebagai amal yang baik kita selama di dunia. Dan tentu saja Allah akan memberikan kasih sayang kepada hambanya yang menjalankan perintah-Nya.

by : Su’udi, S.Pd.I

Baca Juga

Bagikan:

Tags