Merawat Komitmen Dan Kebersamaan Ala MA Nurul Amin


Lembaga pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah lebih baik melalui interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.
Banyak hal yang.
Salah satu dari sekian banyak komponen kesuksesan dalam mengelola pendidikan adalah menjaga komitmen dan kebersamaan antara kepala dan semua waka, antara kepala dan tenaga kependidikan, antara kepala dan dewan guru, atau sebaliknya. Bagaimana cara agar semua yang ada dalam lembaga sama – sama gigih dan kuat membangun komitmen antara satu dengan lainnya.
Secara teori mungkin kita bisa mengatakan bahwa untuk menjaga kebersamaan di tengah keberagaman kita harus saling menghormati perbedaan. Faktanya, sebagian dari kita masih sulit untuk menghargai saudara setanah air yang dirasa “berbeda” dengan diri kita sendiri.
Maka dalam hal ini MA Nurul Amin ada trik – trik sendiri untuk selalu kompak pertama adalah

  1. Toleransi

Cara utama untuk menjaga kebersamaan meskipun berbeda satu sama lain adalah dengan bertoleransi. Anda bisa bertoleransi pada siapapun yang berbeda budaya, suku, ras, atau mungkin agama dengan diri sendiri.

  1. Saling Menghargai

Hal utama yang paling penting untuk bisa dilakukan yaitu dengan saling menghargai. Dengan saling menghargai, maka akan memberikan manfaat yang baik. Serta, tidak terjadi permasalahan yang memang tidak diperlukan.

  1. Tidak Saling Menjatuhkan

Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan.

  1. Membantu Satu Sama Lain

Manusia merupakan makhluk sosial yang memang membutuhkan satu sama lainnya. Termasuk dalam hal menjalin keberagaman di Indonesia. Dengan membantu satu sama lainnya akan memberikan efek yang sangat besar. Terlebih, sesama masyarakat Indonesia memang seharusnya melakukan hal ini.

  1. Menghargai Perbedaan yang Ada

Manusia memandang dan menyikapi apa yang terdapat dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya.

Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tatanilai masyarakat atau lainnya. Luasnya pandangan manusia tergantung pada faktor dominan yang mempengaruhinya.

Menghargai perbedaan dilakukan sesuai norma dan hukum yang berlaku di masyakat dan negara. Bila ada perbedaan, musyawarah untuk mencapai mufakat adalah jalan terbaik.

  1. Makan gulungan

Budaya makan gulungan atau makan dalam satu wadah ini mungkin lebih sering di dengar di Pondok Pesantren.
Maka dengan makan bersama dalam bentuk gulungan atau satu wadah ini akan terasa beda dibandingkan makan sendiri dengan menggunakan satu piring.


Nilai kebersamaan dan merasa satu dengan yang lain adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Manfaatnya banyak sekali termasuk diantaranya adalah menghilangkan skat – skat dalam diri tiap individu hilang.
Semoga kebersamaan MA Nurul Amin terus tercipta lewat agenda yang satu ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *