Keep The Friendship, Get Blessings In The Style Of MA Nurul Amin

Akhir-akhir ini banyak sekali lulusan sekolah umum atau pun Madrasah banyak yang menganggur. BPS catat jumlah pengangguran per Februari 2021 bertambah 1,82 juta orang. KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran pada bulan Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang. Bila dibandingkan dengan Februari 2020 yang sebanyak 6,93 juta, jumlah ini meningkat 1,82 juta orang dan termasuk alumni perguruan tinggi. Entah, apa yang membuat para lulusan yang sudah terdidik tersebut menganggur. Namun setelah di teliti lebih dalam menurut adab seorang pelajar atau murid kepada gurunya terdapat sesuatu yang dilupakan. Salah satu yang dilupakan oleh para pelajar jaman now yaitu silaturahim kepada guru yang pernah mengajarnya.

Perumpamaan seorang murid kepada gurunya bagaikan sebuah lampu dengan sumber listrik. Murid sebagai lampu dan guru sebagai sumber listriknya. Seorang murid memiliki berbagai macam tingkat kecerdasan. Tingkat kecerdasan murid ini bagaikan jumlah tegangan watt dalam lampu tersebut. Walaupun lampu tersebut memiliki tegangan watt yang sangat besar misalnya 100 watt. Lampu tersebut tidak akan menyala kalau tidak disambungkan kepada sumber listrik. Sebaliknya walaupun lampu tersebut hanya memiliki tegangan 5 watt akan tetap menyala jika terhubung dengan sumber listrik tersebut atau dalam kata lain sedikit tapi manfaat. Untuk itu lah MA Nurul Amin Rojopolo dari sekian banyak program pada kegiatan Pondok Ramadhan dalam pengembangan keilmuan sekaligus nyambung sanad keilmuan kepada beberapa santri aktif dan alumni pondok pesantren besar di Jawa timur selama bulan puasa kemarin termasuk Pondok Pesantren Sidogiri, Salafiyah Syafi’iyah situbondo, Genggong, Paiton, dan Miftahul Ulum Banyuputih kidul. Maka program kesiswaan yang di nahkodai oleh Ustadzah Dwi Anggita, S.Si tersebut menutup program Pondok Ramadhan dengan cara diwajibkan Silaturahim kepada semua dewan guru, baik yang dari MA Nurul Amin Rojopolo maupun guru – guru sebelumnya mulai guru ngaji, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP sebagai pembelajaran kepada mereka semua pentingnya silaturahim buat masa depannya. Karena dengan jasa guru ngaji atau pun guru RA lah kita dapat membaca dan mengaji. Jangan pernah meremehkan mereka yang mengajari huruf alif dan alphabet. Justru jasa merekalah yang seharusnya paling kita hargai.

Bahkan Sayyidina Ali Karramallahu wajha pernah berkata

” أَنَا عَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِي حَرْفًا وَاحِدًا إِنْ شَاءَ بَاعَ وَإنْ شَاء استَرَقَ.

Artinya: “Aku adalah hamba seseorang yang mengajariku satu huruf. Jika dia mau dia menjualku, dan jika dia mau dia menjadikanku budak.”

Sungguh sudah sepatunya kita menghormati seorang guru. Inilah perilaku seorang pelajar yang seharusnya dilakukan. Beliau rela dijadikan budak, pembantu oleh gurunya. Dan guru merupakan orang tua kita yang kedua dan juga bapak kita dalam agama. Jika orang tua kita mengurusi jasmani kita kalau guru membimbing rohani kita. Itulah perbedaan dari keduanya maka dari itu kita harus patuh kepada orang tua dan guru kita. Asalkan dalam perintah kebaikan dan takwa. Saat ini banyak pelajar yang hanya mementingkan ilmu pengetahuan tanpa memerhatikan adab. Ilmu itu terbagi menjadi dua yaitu ilmu dzahir dan batin. Ilmu dzahir adalah ilmu yang bisa didapat dengan kerja keras dan pasti akan berhasil. Sedangkan ilmu batin adalah ilmu yang didapat dari ketaatan kepada guru, berakhlak kepada guru, menghormatinya. Karena itulah banyak orang yang di Madrasah biasa saja tidak terlalu pintar. Namun setelah lulus ilmunya berguna, ketika hendak melamar pekerjaan mudah di terima.

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi berkata ” Ketahuilah, adab adalah tepung sedangkan ilmu adalah garamnya. Ilmu itu hanyalah keberkahan semata. “Dapat kita ketahui dari perkataan beliau bahwa adab merupakan hal yang sangat penting dari pada ilmu. Orang yang paling baik di dunia ini ialah orang yang baik kelakuannya. Bukan orang yang berilmu. Karena orang beradab pasti berilmu sedangkan orang pintar belum tentu adab. Dengan sambungnya kita kepada guru kita pasti mereka senang. Senangnya guru inilah yang membuat mereka ridho dengan kita. Selain itu kita bisa meminta langsung kepada mereka agar selalu mendo’akan agar diberi ilmu yang bermanfaat. Semoga MA Nurul Amin Rojopolo terus Istiqomah mengawal dan menjaga siswa dan siswi untuk tidak pernah putus silaturahim kepada semua guru – gurunya agar murid dan guru terus tersambung dengan doa, tersambung batinnya, tersambung dhoirnya.

By. Kepala MA Nurul Amin Rojopolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *