Silaturahmi Kepada Orang Tua Cermin Ketawadhuan Sebagai Anak

Oleh H. Ahmad Hidayat

Silaturahmi merupakan hal yang wajib di lakukan oleh manusia berdasarkan petunjuk dari Baginda Rasul. Silaturahmi dapat memberikan pahala yang besar dari Allah SWT. Banyak cara untuk menyambung silaturahmi yaitu dengan cara mengunjungi orang tua, sanak saudara ataupun jika telah meninggal dapat berziarah. Dalam membangun silaturahmi kita di anjurkan untuk berlemah lembut, berkasih sayang dan tulus melakukannya. Adapun hal yang sangat dibenci oleh Nabi Muhammad SAW yaitu ketika umat muslimin memutuskan silaturahmi dengan orang tua, sanak saudara ataupun orang sekitarnya.

Dari Jubair bin Mut’im bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)”. [Mutafaqun ‘alaihi].

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

”Maukah kalian aku beritahu tentang dosa terbesar di antara dosa-dosa besar?” Beliau mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali. Maka para sahabat menjawab: ”Mau, ya Rasulullah,” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua”.

Wahai umat muslimin, marilah kita selalu menyambung silaturahmi kepada kedua orang tua, sanak saudara dan orang sekitar dengan lemah lembut, wajah berseri dan tulus ikhlas karena sesungguhnya kita juga akan kembali menghadap Allah SWT dengan pahala menyambung silaturahmi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *