MENGEDUKASI MAKNA IDUL FITRI MULAI SEJAK DINI

Alhamdulillah pada bulan ini seluruh umat islam di belahan dunia merasakan kebahagian yang tiada tara, setelah selama sebulan penuh melaksanakan puasa, yang tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga mengekang sekian dorongan nafsu untuk tidak taat terhadap perintah-Nya, yaitu bulan Syawwal telah tiba dengan sekian makna yang luar biasa.

Tanggal 1 Syawwal biasanya diawali dengan menikmati sarapan di pagi hari, kemudian membersihkan diri (mandi, red), dilanjutkan dengan semua anggota keluarga berkumpul di masjid atau musalla untuk melaksanakan salat Idul Fitri, mengdengarkan khotbah, dan berdoa bersama.

Dari sekian prosesi pada awal bulan Syawwal tersebut, apa arti dari Idul Fitri sendiri? Dijelaskan dalam kitab [Lisan Al-Arab, 3/315], Idulfitri berasal dari dua kata; ‘id [arab: عيد] dan al-fitri [arab: الفطر]. Id secara bahasa berasal dari kata ‘aada–ya’uudu [arab: عاد-يعود], yang artinya kembali. Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama. Ibnul A’rabi mengatakan, “Hari raya dinamakan id karena berulang setiap tahun dengan kegembiraan yang baru.”

Sedangkan Kata fitri berasal dari kata afthara-yufthiru [arab: أفطر–يفطر], yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa. Dengan kesimpulan disebut idul fitri, karena hari raya ini dimeriahkan bersamaan dengan keadaan kaum muslimin yang tidak lagi berpuasa ramadhan.

Lalu apakah sama antara anak usia dini dalam memaknai idulfitri? Bagaimana menjelasakan makna idulfitri pada anak usia dini dan apa saja makna idulfitri bagi anak? Berikut edukasi dari makna idulfitri bagi anak usia dini.Bentuk perayaan Idulfitri bagi anak, identik dengan baju baru, uang angpao, dan sekian macam makanan. Kita sebagai orang tua bisa menjelaskan ke anak bahwa idulfitri merupakan bentuk perayaan karena kita telah berhasil belajar menahan lapar, haus dan emosi yang sifatnya konkret dirasakan langsung oleh anak selama bulan puasa. Dan dijelaskan pula bahwa baju baru merupakan reward (bonus, red) kita untuk mereka karena telah melakukan kebaikan selama bulan ramadhan.Jadikan sebagai momentum berbagiBanyak cara mengajarkan anak memahami makna berbagi. Misalnya dengan memberi penjelasan tujuan zakat fitrah untuk berbagi kepada mereka yang berhak menerima, termasuk lagi angpao yang mereka terima.Mengenalkan SilaturahmiSalah satu tradisi idulfitri di Indonesia adalah silaturahmi, karena pada hari-hari biasa kemungkinan besar sulit untuk bertemu dengan family, sanak saudara dan teman dikarenakan kesibukan masing-masing. Hari raya momen yang tepat untuk saling mengunjungi dan meminta maaf. Jelaskan kepada anak betapa pentingnya menyambung tali silaturahmi dan silaturahim. Jelaskan betapa penting bagi anak kedepannya untuk menjaga networking dan manfaatnya.Jangan lupa kita harus menyampaikannya dengan rileks, konkrit dan mudah agar bisa masuk ke pemikiran anak-anak. Juga konsistensi dari perilaku kedua orang tua, Bagaimanapun anak-anak adalah peniru yang ulung. Ketika orangtua tidak konsisten dengan apa yang diajarkan akan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak.Itulah beberapa hal yang bisa diajarkan ke anak-anak kita memaknai idulfitri, lebaran bukan hanya sekedar baju baru, angpao dan berbagai macam kue lebaran. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang shaleh-shalehah baik secara individual, sosial dan spritual. Gemilang di masa depan, berguna bagi nusa, bangsa dan agama.“Taqabbalallahu minna wa minkum minal ‘aidin wal-faizin kullu ‘amin wa antum bikhoir” “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd”.

By. Muamar Qodafi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *