KEMULIAAN MALAM LAILATUL QADAR

Siapa yang tidak menginginkan malam lailatuln qadar? Pasti banyak diantara kita yang merindukannya, yang datang hanya setahun sekali yaitu dibulan suci ramadhan. Disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah bahwa dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam yang indah itu disebut Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 84 tahun.Malam indah yang lebih baik dari seribu bulan itu adalah malam yang penuh berkah, malam yang mulia, dan memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Syaikh Muhammad Abduh memaknai kata “al-Qadar” dengan kata “takdir”. Ia berpendapat demikian, karena Allah SWT, pada malam itu mentakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah untuk Nabi-Nya dalam menyeru umat manusia ke jalan yang benar. Khittah yang dijalani itu, sekaligus melepaskan umat manusia dari kerusakan dan kehancuran yang waktu itu sedang membelenggu mereka. Kata “al-Qadar” diartikan juga dengan “al-Syarf” yang artinya mulia (kemuliaan dan kebesaran). Maksudnya pada malam itu Allah SWT telah mengangkat kedudukan Nabi Muhammad SAW serta memuliakannya dan menjadikannya sebagai Rasul terakhir. Mengenai hal ini diisyaratkan dalam surat al-Qadar. Bahwa malam itu adalah malam yang mulia, malam diturunjannya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir. Berikut arti dari isi Surat al-Qadar yang terdiri dari 5 ayat :‘Sesungguhnya aku telah menurunkan al-qur’an pada malam lailatul qadar, tahukah kamu “apa itu lailatul qadar?”, lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus (malaikat jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar’. (QS. Al-Qodar: 1-5) Surat Al-Qodar tersebut menerangkan bahwa lailatul qadar adalah malam yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan malam-malam lainnya. Keagungan dan keistimewaan malam Qadar pada dasarnya terletak pada dua hal, yaitu turunnya Al-Qur’an dan turunnya para malaikat dalam jumlah yang besar, termasuk di dalamnya malaikat Jibril. Para malaikat turun di malam itu dengan cahaya yang cemerlang penuh kedamaian dan kesejahteraan. Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikam ucapan selamat kepada orang yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah lainnya dengan penuh keimanan. Disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah bahwa dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam yang indah itu disebut Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 84 tahun.Malam indah yang lebih baik dari seribu bulan itu adalah malam yang penuh berkah, malam yang mulia, dan memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Syaikh Muhammad Abduh memaknai kata “al-Qadar” dengan kata “takdir”. Ia berpendapat demikian, karena Allah SWT, pada malam itu mentakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah untuk Nabi-Nya dalam menyeru umat manusia ke jalan yang benar. Khittah yang dijalani itu, sekaligus melepaskan umat manusia dari kerusakan dan kehancuran yang waktu itu sedang membelenggu mereka.Kata “al-Qadar” diartikan juga dengan “al-Syarf” yang artinya mulia (kemuliaan dan kebesaran). Maksudnya pada malam itu Allah SWT telah mengangkat kedudukan Nabi Muhammad SAW serta memuliakannya dan menjadikannya sebagai Rasul terakhir. Mengenai hal ini diisyaratkan dalam surat al-Qadar. Bahwa malam itu adalah malam yang mulia, malam diturunjannya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir. Berikut arti dari isi Surat al-Qadar yang terdiri dari 5 ayat :‘Sesungguhnya aku telah menurunkan al-qur’an pada malam lailatul qadar, tahukah kamu “apa itu lailatul qadar?”, lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus (malaikat jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar’. (QS. Al-Qodar: 1-5) Surat Al-Qodar tersebut menerangkan bahwa lailatul qadar adalah malam yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan malam-malam lainnya. Keagungan dan keistimewaan malam Qadar pada dasarnya terletak pada dua hal, yaitu turunnya Al-Qur’an dan turunnya para malaikat dalam jumlah yang besar, termasuk di dalamnya malaikat Jibril. Para malaikat turun di malam itu dengan cahaya yang cemerlang penuh kedamaian dan kesejahteraan. Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikam ucapan selamat kepada orang yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah lainnya dengan penuh keimanan.

By : Indriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *